2007年 05月 29日
インドネシアのジャーナリスト・ロシハン・アンワル
Suara Pembaruan(5/29)に出ていた記事です。

この度、インドネシア記者協会から、特別功労賞を受賞。

"Tapi untuk menulis di media massa sekarang saya agak kesulitan. Tulisan saya sering ditolak dengan alasan tidak relevan dan tidak memenuhi syarat teknis. Barulah jika ada tokoh yang meninggal saya diminta untuk menulis Obituary In Memoriam, atau menulis kolom infotainment untuk kaum selebriti," ungkapnya seraya tersenyum.

最初は弁護士志望
Menurut Rosihan, dunia jurnalistik digelutinya tanpa sengaja. Awalnya dia tertarik untuk menjadi pengacara, tapi karena tak mendapat kesempatan akhirnya demi menyambung hidup, Rosihan pun pilih "banting stir" menjadi wartawan.

"Dulu Soekarno, Hatta, Sjahrir memberi inspirasi kepada rakyat dan mendorong pers serta wartawannya berlomba mengambil peran yang sejajar. Dulu rumusannya jernih, kemerdekaan, pembebasan dan keadilan sosial, sekarang? Maaf saja, SBY dan Jusuf Kalla tidak memberi inspirasi apa-apa," tandas lulusan School of Journalism Columbia University, New York tahun 1954 ini.

Rosihan Anwar
Kisah Wartawan Sepanjang Zaman
Hiburan の4番の記事です。
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/29/index.html

資料
Rosihan Anwar
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/r/rosihan-anwar/index.shtml

関連記事
Rosihan Anwar, Jurnalis Dulu dan Sekarang
http://www.penaindonesia.com/?q=node/202

Rosihan Anwar, Jurnalis Taman Gantung
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/10/0105.htm

by gado-gado | 2007-05-29 23:10 | ~をインドネシア語で読む・聞く | Comments(0)
名前 :
URL :
非公開コメント
削除用パスワード設定 :


< 前のページ      次のページ >